Tibyan Kaos Distro Muslim

Sejarah Kaos Distro Bandung

Bandung adalah ibu kota kaos Indonesia, mengapa demikian, karena mayoritas kaos yang tersebar di Indonesia baik kaos dengan kualitas distro sampai dengan kualitas saringan tahu untuk kampanye di supply dari Bandung.

Bagaimana Bandung bisa menjadi sedemikian hebat dalam hal perkaosan, hal ini memang tidak bisa dilepaskan dalam tiga hal. Pertama, Bandung sejak jaman penjajahan Belanda dijadikan sebagai pusat pabrik tekstil, khususnya di daerah Majalaya. Sehingga Bandung berkembang menjadi pabrik tekstil yang menjadi bahan pokok industry garmen.

Kedua, Bandung menjadi sentra industry garmen, yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi. Yang ketiga, Bandung masyarakatnya sangat kreatif yang mana kreatifitas adalah modal utama dalam industry fashion.

Kalau ditelusuri, khususnya industri rajut kaos, maka Bandung memiliki catatan tersendiri, kaos awalnya lahir dalam bentuk kaos polos putihseperti produk produk : Cabe Rawit, Cap Lombok, 77, Kembang Manggis dan Swan yang menjadi pelopor kaos polos, maka Bandung menjadi pelopor kaos sablon.
Salah satu pelopor kaos sablon atau kaos warna adalah C59 yang mulai berdiri tahun 1980-an. Perkembangan selanjutnya sangat pesat sehingga menghasilkan sentra industri kaos rumahan kawasan Suci Bandung.

Perkembangan selanjutnya ke arah desain kaos yang lebih variatif  terjadi tahun 1996. Tercatat nama Dadan Ketu dengan Band Indie Riotic di kawasan Ujung Berung yang mencoba memulai membikin merchandise music under ground. Dari sanalah kemudian kaos memiliki corak desain yang beragam dan melawan pakem yang sebelumnya dengan desain yang konservatif. Perkembangan ini berlangsung masif saat krismon 1998 dimana kaos impor harganya tinggi, sehingga membuka peluang clothing lokal membuka usaha mengisi pasar.

Berawal dari music underground inilah kemudian berkembang menjadi genre Distro diseluruh tanah air. Dan saat ini Bandung menjadi trend setter perkembangan kaos di Indonesia. Tercatat 2010 ada 1100 clothing company di Bandung dengan bermacam label.

Boleh jadi, saat ini Bandung banyak dihidupi oleh ekonomi kreatif yang berbasis pada fashion & desain sehingga ini tercermin dari kehidupan masyarakatnya sehari-hari yang sangat kreatif dan ditopang lahirnya komunitas-komunitas kreatif di Bandung.


Walaupun Bandung sebagai ibukota kaos di Indonesia, namun karena banyaknya brand clothing terlihat belum ada brand yang superior mengangkat Bandung. Berkenaan hal tersebut, brand Rakutak www.rakutak.com mencoba mengisi tema Bandung dengan genre jadul. Dengan harapan nantinya bisa mengisi ruang-ruang kreatif serta menjadikan salah satu alternative cinderamata khas Bandung. @rakutak

0 komentar: